Laser safute pengobatan wasir tanpa jahitan

April 7, 2010

Laser Safute, Pengobatan Wasir Tanpa Jahitan

Jurnal Bogor, 14 December 2009
Rubrik: Kesehatan

Bogor - Mungkin Anda su dah tidak asing lagi dengan wasir atau ambeien. Penyakit yang dalam istilah kedokterannya disebut hemoroid ini termasuk yang paling sering diderita masyarakat, bahkan prevalensinya mencapai 90 persen dari populasi. Walau bukan termasuk penyakit membahayakan jiwa, namun gangguan wasir tentu sangat menganggu kenyamanan si penderita.
Wasir bisa bersifat interna (dalam) atau eksterna (luar). Malah terkadang karena ketidaktahuan dan kurang pahamnya masyarakat mengenai wasir, maka segala keluhan di daerah anus disebut sebagai wasir. Padahal itu tidak benar karena masih banyak penyakit lain yang bisa diderita di daerah anus seperti fisura (luka atau robek bagian dinding dubur), fistula (penyakit yang sering timbul di sekitar dubur, mirip bisulan), papilloma, ataupun kondiloma.
Tatalaksana wasir pun beragam, mulai dari disuntik, ligasi pita karet, elektroterapi atau infrared hingga operasi dengan teknik konvensional atau stapler. Setiap tindakan juga memiliki kelebihan dan kekurangan serta indikasi masing-masing, tergantung derajat penyakit dan komplikasi yang ada.
Tapi kini, ada alternatif baru yang sedang populer di Cina, yaitu laser safute. Sebenarnya rupa dari metode ini bukanlah laser, hanya untuk memudahkan pemahaman masyarakat, maka disebutlah laser. Sedangkan kata safute itu sendiri ialah nama perusahaan yang mengembangkan teknologi ini. Ribuan rumah sakit dan klinik di sana sudah menggunakannya untuk mengobati pasien dengan gangguan anorektal dan wasir.
Ingin mencoba terapi ini, namun jauh di sana? Tenang saja, Anda tak perlu berangkat ke Negeri Tirai Bambu itu karena di Indonesia, khususnya Bogor telah tersedia teknologi tanpa jahitan, tanpa rawat inap namun terjangkau ini, yaitu di Klinik Rematika, Seuseupan Desa Bendungan Ciawi Bogor RT 06/06 (400 m dari RSUD Ciawi) yang diawasi langsung oleh dokter ahli, yaitu dr. Panji Priambudi.
Panji mengatakan kelebihan dari teknologi ini dapat dilakukan di klinik tanpa rawat inap (untuk yang belum parah). Bahkan perdarahan dan nyeri usai tindakan juga jauh lebih minim daripada tindakan biasa. Artinya tindakan laser safute sangat nyaman bagi pasien. Kejadian kekambuhan dan efek samping juga hampir tidak ada atau sangat kecil. “Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang melibatkan hampir seribu orang dan 98 persen diantaranya cukup membutuhkan anestesi (bius) lokal saja,” terangnya kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Selain mengobati wasir, laser ini dapat juga digunakan untuk gangguan anorektal seperti fisura, fistula, papilloma, ataupun kondiloma. Pada penelitian tersebut juga disebutkan bahwa dengan metode ini kesembuhan dapat dicapai sekitar seminggu lebih cepat dibandingkan lainnya.
“Laser safute ini memakai teknologi BEIM (biological electrical impedance automeasurement). Maksudnya membuat jaringan yang akan dipotong menjadi kering dan keras tanpa terjadi karbonasi, sehingga saat dipotong tidak mengeluarkan darah dan efek inflamasi yang timbul pun kecil. Dengan begitu, perdarahan, infeksi, dan nyeri setelah tindakan sangat minimal dan tidak memerlukan jahitan,” papar Panji.
Yah, seperti yang dikatakan Panji sebelumnya, setiap teknologi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Nah, kekurangan alat ini adalah tidak semua penderita dapat diterapi dengan alat ini. Penyakit yang mengarah ke keganasan atau  grade lanjut sangat baik untuk berkonsultasi dengan dokter bedah. “Biayanya sekitar sekitar setengah sepertiga dibanding biaya operasi di rumah sakit atau bisa sepertujuh dibanding pengobatan alternatif india yang sering muncul di teve, tergantung keadaan penyakit dan penyulit pada saat tindakan. Tentu harga ini sangat terjangkau dibanding biaya operasi,” kata Panji.
Perlu ditambahkan banyak terapi alternatif untuk mengobati wasir dengan biaya yang sangat mahal, bahkan ada yang sampai 30 juta. Hal ini harus dipertimbangkan secara matang karena kebanyakan teknik yang digunakan belum dilakukan penelitian yang sewajarnya, sehingga efek samping jangka panjang, serta derajat kekambuhan belum bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. “Jika ingin informasi lebih lanjut, pembaca dapat menghubungi dr panji di 085880499121,”.

Nasia Freemeta I
nasiaf@jurnas.com



Hello world!

April 7, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.